Bertandang Yuk di Museum RA. Kartini Jepara

0
107
Museum RA. Kartini merupakan museum lokal yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jepara. (Foto i.ytimg.com)

Setiap tanggal 21 April, pastinya Anda selalu diajak memperingati pada satu tokoh perempuan yang senantiasa menjadi ikon emansipasi perempuan di Indonesia, yaitu RA. Kartini. Di tempat kelahirannya di Jepara, dibangun juga sebuah museum yang digunakan untuk mengabadikan atau semacam sebagai memorial bagi RA. Kartini. Museum RA. Kartini tepatnya terletak di Jalan Alun-Alun No.1, Panggang, Kec. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Dalam laman travellers.web.id dinyatakan bahwa Museum ini sebenarnya didirikan sudah cukup lama, yaitu sejak tanggal 30 Maret 1975, namun baru diresmikan pada tanggal 21 April 1977 oleh Bupati Soedikto. Sebagai museum sejenis memorial dan museum sejarah, museum ini terbilang cukup luas, karena ruang pamernya meliputi 3 buah gedung yang dibangun di atas area seluas 5.210 meter persegi.

Museum Memorial dan Sejarah Budaya

Museum RA. Kartini merupakan museum lokal yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jepara. Museum RA. Kartini buka setiap hari dari pukul 08.00 – 17.00 WIB, sedangkan pada hari Minggu buka pukul 09.00 – 17.00 WIB. Namun, biasanya sesuai dengan kebijakan umum, biasanya museum tutup pada hari Senin.

Salah satu suudt ruang pamernya (Foto http://ekstranews.com)

Sebagai museum sejenis memorial dan sejarah budaya ini, Museum RA. Kartini menghadirkan dan menyimpan benda-benda peninggalan R.A. Kartini semasa hidupnya. Namun, juga, di museum ini juga disimpan peninggalan kakak RA. Kartini yaitu RMP Sosrokartono yang dikenal sebagai pujangga Jawa dan mistikus dan berbagai benda bernuansa arkeologis dari seputar Jepara.

Terbagi 3 Bangunan dengan 4 Ruang

Tata penyajian ruang koleksi Museum RA. Kartini dapat dibagi menjadi empat ruangan dari 3 bangunan yang ada. Yaitu, Ruang Pertama berisi benda-benda serta foto semasa masih hidup RA. Kartini. Ruang kedua, berisi benda-benda peninggalan kakaknya RA. Kartini RMP Sosrokartono. Sedangkan ruang ketiga, disajikan benda-benda yang bernilai sejarah di wilayah Jepara, meliputi  hasil keramik bernilais ejarah, hasil kerajinan Jepara yang terkenal, berbagai ukir-ukiran, batik troso, dan hasil kerajinan anyaman bambu serta rotan.

Sajian tata pamer meja dan mesin jahit RA. Kartini (Foto bp.blogspot.com)

Sedangkan di ruang keempat, pada gedung yang berbeda, disajikan tulang ikan raksasa yang disebut dengan “Joko Tuwo” yang panjangnya sekitar 16 meter. Konon tulang ini merupakan sejenis ikan purba yang ditemukan di perairan Kepulauan Karimunjawa pada tahun 1989.

LEAVE A REPLY