Berkunjung ke ‘Negeri Atap Angin’ Toraja

0
354
Rumah adat Tongkonan di Tana Toraja. (foto: Purwono Nugroho Adhi)

Memang benar, ketika Anda mengunjungi Tana Toraja, Anda akan disuguhi fenomena budaya yang unik dan eksotis menyangkut kematian dan pemakaman. Maka, benar apa yang sering dikatakan banyak orang, mengunjungi Tana Toraja seperti memasuki negeri “atap angin” (highlanders).

Dalam laman ancient-origins.net, pada zaman sebelum Belanda mendatangi Tana Toraja, ada banyak permukiman otonom yang mempraktikkan animisme. Sebagian besar dari mereka memandang kebersatuan antara dunia, termasuk hewan, tumbuhan, dan bahkan bahkan benda mati yang memiliki kebersatuan dalam kosmos spiritual.

Awalnya, Tana Toraja menjadi negeri “atap angin” yang tak tersentuh. Namun, semenjak misionaris Belanda tiba, akhirnya mulai masuklah agama lain yang bertemu dan berpadu dengan adat Toraja.

Tetapi, Anda sekarang ini masih menyaksikan keindahan dan eksotisme negeri Toraja dengan pemakaman purbanya yang begitu unik. Sebuah tradisi pemakaman kuno yang telah dipraktekkan selama berabad-abad dan dikenal sebagai tradisi pemakaman yang paling kompleks di dunia. Mereka menamai dengan istilah adat “Rambu Solo” dengan sisa-sisa nuansa kepercayaan Aluk Todolo atau “Jalan Leluhur.”

Bagi orang Toraja, kehidupan berdekatan dengan kematian. Bagi mereka, pemakaman adalah perayaan besar kehidupan, sama seperti pesta dimana hal itu merupakan kesempatan seluruh keluarga almarhum dan semua anggota desa ambil bagian.

Oleh karena itu, jika Anda mengunjungi Tana Toraja, buatlah daftar mana saja yang siap Anda datangi. Mulailah dari yang paling dikenal, yaitu wisata desa Kete Kesu. Sebuah desa yang dirajut begitu apik dengan kompleks rumah adat Tongkonan. Pada bagian atas tebing, terdapat kuburan batu yang berusia ratusan tahun.

Kete Kesu (foto: Purwono Nugroho Adhi)

Lalu, ada wisata Londa yang dikelilingi perbukitan curam yang begitu mistik nan eksotis. Nuansa Londa memang agak berbeda dengan Kete Kesu. Londa lebih memberikan nuansa mistik. Bahkan, di Londa yang terletak kurang lebih sekitar 7 km di selatan Kota Rantepao ini, dikenal ada kisah tragis sepasang muda-mudi yang meninggal bunuh diri karena tidak direstui keluarga. Mereka dimakamkan bersama ratusan pemakaman yang lain. Hanya, karena sepasang muda-mudi ini mempunyai status sosial yang rendah dan mati bunuh diri, tidak dimakamkan di atas bukit, namun di dalam gua yang curam.

Londa (foto: Purwono Nugroho Adhi)

Daftar berikutnya yang tak kalah asyik, adalah wisata Bori Parinding. Dimana di tempat ini, terdapat puluhan makam batu yang ditata dengan batu-batu menhir berukuran raksasa. Batu-batu menhir tersebut nantinya berfungsi sebagai tiang untuk mengikat kerbau yang akan disembelih saat upacara Rambu Solo.

Bori Parinding (foto: Purwono Nugroho Adhi)

Jangan lupa juga, mampirlah ke Lokomata, sebuah pemakaman dengan batu besar di pinggir jalan. Di Lokomata, ada sebuah batu berukuran raksasa yang dilubangi untuk menempatkan jenazah orang yang meninggal.

Lokomata (foto: Purwono Nugroho Adhi)

Silakan Anda pilih, tentu masih banyak wisata eksotis nan mistik di Tana Toraja ini. Siapkan cara pandang Anda, untuk melihat keunikan itu. Keunikan dari sisa-sisa peradaban purba yang begitu asyik untuk dinikmati. Apalagi, Tana Toraja sudah menjadi keindahan dunia, bahkan terekam dalam sorot kamera National Geographic untuk dihadirkan di tingkat dunia.

LEAVE A REPLY