Benteng Martello yang Menyimpan Sejarah di Pulau Kelor Jakarta

0
1540
Benteng Martello meski tinggal reruntuhan namun masih nampak kokoh di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, Jakarta. (foto: Viva.co.id)

Nama yang unik, Benteng Martello di Pulau Kelor  di gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta ini menyimpan sejarah kelam di dalamnya. Pulau Kelor sendiri memiliki nama asli Kerkhof, yang bisa berarti halaman gereja, atau diartikan lain menjadi tempat pemakaman.

Menurut qubicle.id, Pulau Kelor memang dulunya merupakan tempat eksekusi para tahanan Belanda yang  kemudian dikubur di pulau ini, namun tak ada satu pun batu nisan atau tempat yang menyerupai kuburan di atas pulau.

Terdapat peninggalan jaman Belanda berupa  galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17, Benteng Martello. Dengan benteng ini, pulau Kelor terlihat lebih mirip sebuah cerobong asap di tengah laut. Namanya diambil dari nama daun kelor, tumbuhan dengan nama latin Moringa oleifera.

Sudut halaman Benteng Martello yang menyimpan sejarah kelam di masa lalu. (foto: qubicle.id)

Benteng Martello, awalnya adalah bangunan pertahanan yang dibangun oleh Inggris di berbagai daerah jajahannya di seluruh dunia yang terinspirasi dari benteng Mortella di Corsica, Laut Tengah. Begitu terpukaunya Inggris dengan sistem pertahanan benteng ini, mereka kemudian menjiplaknya, namun nama aslinya adalah Mortella seringkali salah diucapkan menjadi Martello (yang berarti “Palu” dalam bahasa Italia).

Jadi, dalam en.wikipedia.org, Benteng Martello di Pulau Kelor & Benteng Mortella di Corsica adalah Satu dari banyak menara Martello diseluruh dunia termasuk di Pulau Shetland Selatan di Antarctica. Ia tersebar di seluruh dunia.

Dalam alamendah.org di tahun 2011 lalu, National Geographic  Indonesia memprediksi bahwa 45 tahun sejak 2011 Pulau Kelor akan tenggelam berikut Benteng Martello ini. Prediksi tentang pulau Kelor yang akan tenggelam dalam waktu 45 tahun ke depan sejak 2011 ini didasarkan atas data UPT Taman Arkeologi Onrust yang mengungkap bahwa pada tahun 1980-an Pulau Kelor memiliki luas sekitar 1,5 ha namun di tahun 2011 luasnya tidak mencapai 1 ha. Nah lho, bagaimana sekarang?

Menyempitnya luas pulau kelor yang mengakibatkannya terancam tenggelam dan musnah diakibatkan oleh abrasi yang mengikis pulau tersebut. Apalagi dengan kecendurungan naiknya permukaan air laut sebagai akibat pemanasan global.

Berbagai jenis Benteng Martello yang tersebar di seluruh dunia. (foto: qubicle.id)

Benteng Martello sendiri sudah rusak akibat berbagai peristiwa. Benteng yang saat ini masih berdiri merupakan sisa dari benteng aslinya yang lebih luas. Sebagian besar benteng runtuh dan rusak karena abrasi air laut, gempa Jakarta pada tahun 1966, dan akibat letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Maka, traveler, berwisatalah ke pulau ini. Anda bisa ikut menikmati sekaligus merasakan jejak bersejarah tempat indah ini, sekaligus menjaga kelestariannya. Benteng Martello ini menyimpan sejarah yang sangatlah penting bagi Indonesia, sehingga perlu untuk dikenalkan bagi generasi penerus agar belajar mencintai negerinya.

LEAVE A REPLY