Benteng Barnaveld Maluku Utara, Saksi Sejarah Indonesia

0
172
Benteng Barnaveld Maluku Utara, tak besar namun diperebutkan. (foto: photographylipu.blogspot.co.id)

Benteng Barnaveld adalah kependekan dari Fort Oldebarneveld te Batjan op de Molukken, atau Fort Oldebarneveld untuk Bacan di Maluku. Benteng itu dibuat para pemburu rempah-rempah Portugis yang datang ke Maluku.

Letak Benteng Barnaveld di Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kota Bacan. Benteng berbentuk segi empat, dilengkapi dengan benteng pertahanan yang rendah, pada tembok pertahanan ini ditempatkan masing-masing sebuah baston.

Selain baston, menurut keterangan bambankpoenya.blogspot.co.id, di Benteng Barnevald dibangun pula pintu gerbang yang berbentuk melengkung, benteng diperluas dan dilengkapi dengan sebuah sumur dan sebuah tangga dari batu.

Pada abad pertengahan, rempah-rempah adalah barang mewah di Eropa yang mahal harganya. Karena harganya yang sangat tinggi, para pedagang berbondong-bondong berusaha mati-matian membawanya ke Eropa. Di kalangan Eropa sendiri, Portugis dan Spanyol merupakan pesaing yang berseteru ketat dalam menemukan sumber rempah-rempah, baru setelah itu Belanda.

Keterangan tentang Benteng Barnaveld Maluku Utara. (foto; Wahyu/detiktravel)

Jadi begini, menurut sporttourism.com, pada 1558, bangsa Portugis datang dan bermukin di Labuha, Pulau Bacan, kemudian mereka mendirikan benteng kecil di sana. Namun kemudian datanglah Spanyol dengan alasan berdagang ke tempat yang sama. Mereka dengan segera menguasai benteng bekas Portugis yang belum lama berdiri. Benteng yang belum bernama itu kemudian dikuasai Belanda melalui tuntutan

Laksamana Muda Simon Hoen bersama Sultan Ternate, yang memaksa penyerahan benteng kepada mereka pada tahun 1609. Kedua pihak kemudian melakukan renovasi benteng dan diperkuat dengan gagasan Hoen, Louis Schot dan Jan Dirkjzoon. Dibangunlah empat bastion, yakni tembok yang dibuat menonjol keluar, dan menamai benteng itu dengan nama Benteng Barnaveld.

Benteng Barnaveld terletak di Jalan Benteng Barnaveld Rt 04 Rw 08 Kelurahan Amasing Kota, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Lokasi benteng persis di kanan Pesantren Yayasan Al Khairaat.

Menjelajahi Benteng Barnaveld, menurut travel.detik.com,  seperti masuk ke mesin waktu. Kita seakan diajak kembali ke masa lalu, membayangkan saat benteng ini sedang di zaman jaya-jayanya.

Fort Oldebarneveld te Batjan op de Molukken; nama kepanjangan Benteng Barnaveld. (foto: tips-wisata-indonesia.blogspot.co.id)

Dari benteng, bisa langsung melihat ke laut, memantau kapal-kapal dagang yang memuat rempah. Kapal musuh yang akan datang mendekat juga terpantau dari atas benteng. Pantas jika benteng mungil ini jadi rebutan 3 negara yang ingin memonopoli perdagangan rempah di Maluku Utara.

Sehari-harinya, jika sedang tidak ada wisatawan yang datang berkunjung, pagar Benteng Barnaveld ini akan terkunci rapat. Pemegang kuncinya adalah warga sekitar yang tinggal tak jauh dari benteng. Kalau mau berkunjung, tinggal utarakan niat saja ke pemegang kunci, nanti pintu gerbang akan dibukakan.

LEAVE A REPLY