Belajar di Makam Sultan Hasanuddin, Wisata Sejarah Makassar

0
342
Foto: putratourandtravel.com

Tempat Traveler dapat belajar sejarah Makassar, salah satunya ada di Makam Sultan Hasanuddin. Ya, Anda dapat berwisata sejarah di tempat ini.

Ia adalah Pahlawan Nasional karena peranannya dalam berperang melawan tentara Belanda, berada di tempat terbuka tanpa cungkup dalam deretan makam Raja-Raja Gowa lainnya. Wow!

Wisatawan bisa mengunjungi berbagai spot dengan segala sejarah dan keunikannya.  Makam Sultan Hasanuddin sendiri berada di Katangka, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Foto: www.nu.or.id

Masuk kompleks makam Sultan Hasanuddin, banyak pohon rindang menyambut Anda dan beberapa makam Raja-Raja Gowa.

”Awal mula adanya makam ini diperkirakan tahun 1600- an–1700-an, karena yang terakhir dimakamkan di sini itu tahun 1700-an. Jadi, perkiraan tempat ini ada mulai tahun 1600–1700,” jelas Sahrul, pengelola Makam Sultan Hasanuddin seperti dilansir Sindonews.com.

Makam-makam Peninggalan Lain

Selain makam Sultan Hasanuddin, ada makam ayah Sultan Hasanuddin, yaitu Sultan Malikussaid. Sultan Alaudin, Raja Gowa ke-14, yaitu makam kakek  dari Sultan Hasanuddin juga ada di sana.

Sultan Alaudin ini juga salah satu Raja Gowa yang pertama masuk Islam.

”Ada juga paman dari Sultan Alaudin yaitu Sultan Abdullah Awwalul Islam. Jadi, Sultan Alaudin dan Abdullah itu yang pertama masuk Islam,” kata Sahrul.

Tiga makam putra Sultan Hasanuddin juga ada di sana; Sultan Amir Hamzah (Raja Gowa ke-17), Sultan Ali (Raja Gowa ke-18), Sultan Abdul Jalil (Raja Gowa ke- 19), serta Raja Gowa ke-11 yakni Taji Barani Daeng Marompa Karaeng Data’ Tu Nibatta.

Bangunan Unik Makam

Makam-makam terlihat seperti bangunan timbunan batu. Ini merupakan hal unik, karena hampir semua makam memiliki bangunan unik!

Foto: ttnotes.com

Menurut Sahrul, model makam seperti ini termasuk kategori punden berundak. Uniknya lagi, makam berbentuk punden berundak ini di bagian bawahnya membentuk semacam lorong yang dengan filosofi tersendiri.

Ya, lorong tersebut dibuat karena mereka adalah seorang raja, sehingga kita harus tetap merunduk ketika berziarah.

Terdapat  deretan kubur batu ini dengan tanda kubur berwarna keputihan, dengan sebuah patung ayam jantan bertengger di atas makamnya, pada Makam Sultan Hasanuddin.

Sultan Hasanuddin dikenal sebagai raja dengan julukan Ayam Jantan dari Timur, untuk menghormati keberanian dan kegigihannya dalam melawan Belanda.

LEAVE A REPLY