Banjarmasin Menghias Diri Menuju Kota Pariwisata Baru

0
657
Sejumlah perahu bersandar di dekat Jembatan Sasirangan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kota Banjarmasin, belum masuk dalam peta tujuan pariwisata traveler. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Padahal, kota yang dialiri ratusan sungai besar dan kecil ini, sebenarnya mempunyai potensi wisata yang lumayan besar. Terutama wisata sungai. Karena kota yang dijuluki kota seribu sungai ini, dibelah oleh dua sungai besar, yaitu sungai Barito dan sungai Martapura.

Pedestrian yang Cantik 

Pedestrian di tepian Sungai Martapura.

Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan khususnya Pemerintah Kota Banjarmasin, tampaknya mulai menyadari potensi yang mereka miliki. Saat ini tepian Sungai Martapura, sudah mulai ditata dengan rapi.

Di kiri kanan tepian Sungai Martapura telah dibangun pedestrian sepanjang lebih kurang 1 km. Lantainya dihias marmer berwarna-warni yang membuatnya tampak cantik. Di sebagian tempat juga dibangun jalanan setapak berbatu untuk pijat refleksi secara alami. Pedestrian ini menjadi tempat yang asyik untuk sekadar jalan santai dan lari santai di pagi dan sore hari.

Di antara pedestrian tepian sungai dan jalan raya yang lumayan lebar dibangun pula sejumlah taman bermain dan beragam fasilitas olahraga. Cocok sekali buat Anda yang suka olahraga atau ingin mengajak keluarga berwisata gratis menikmati taman kota.

Wisata Kuliner Tepi Sungai
Kuliner di tepian sungai khas Banjarmasin.

Untuk yang suka wisata kuliner, di tempat ini juga disediakan deretan warung makan khas Banjarmasin. Baik makanan ringan untuk sekadar kudapan atau sarapan pagi maupun makanan berat seperti soto Banjar yang sangat terkenal.

Ada banyak pilihan tempat makan di tepian sungai ini. Mau lesehan di atas karpet yang disediakan di tepi sungai atau makan sambil duduk-duduk di tangga bertingkat yang langsung menghadap ke sungai, silakan pilih. Bisa juga duduk di dalam warung yang berderet rapi yang berseberangan dengan patung Bekantan.

Hal yang paling menarik tentu saja makan di dalam perahu yang telah dimodifikasi menjadi warung perahu yang bersandar di tepi sungai. Suara musik dari pemilik warung serta goyangan perahu karena benturan ombak, membuat makan anda menjadi berbeda.

Jembatan Sasirangan
Jembatan Sasirangan, ikon Banjarmasin.

Jembatan-jembatan yang membentang di atas Sungai Martapura juga mulai dihias. Ada satu yang sangat menarik dan banyak orang mengabadikannya karena sangat Instagramable, yaitu Jembatan Sasirangan.

Sesuai dengan namanya, jembatan ini dihias cat warna-warni dengan dominan warna kuning. Ternyata ini adalah motif utama dari kain Sasirangan, kain khas Banjarmasin yang mempunyai motif yang sangat cantik. Jembatan ini membuat kota Banjarmasin menjadi tampak lebih berwarna.

Titik Nol Kilometer dan Patung Bekantan

Selain Jembatan Sasirangan, ada dua ikon baru Kota Banjarmasin, yaitu Titik Nol Kilometer dan Patung Bekantan.

Titik Nol Kilometer yang berada di Taman Siring seberang masjid terbesar di Banjarmasin ini ditandai dengan tulisan besar berwarna-warni yang memikat mata. Tempat ini menjadi salah satu tempat favorit untuk berfoto bagi wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin.  Datanglah pada malam hari. Maka semua hurufnya akan menyala dengan indah.

Patung Bekantan Banjarmasin siap bersaing dengan Merlion Singapura.

Patung Bekantan berdiri berseberangan dengan titik nol kilometer namun tidak percis. Untuk menuju Patung Bekantan Anda harus berjalan ratusan meter dan menyeberangi Jembatan Sasirangan. Patung bekantan dibangun lumayan tinggi dan besar. Dari mulutnya memancur air yang mengarah ke sungai. Layaknya Merlion Park di Singapura, patung ini akan menyala di malam hari dan menjadi spot wajib wisatawan untuk berfoto.

Kota Banjarmasin yang dulu tidak dilirik oleh wisatawan saat ini telah berbenah menuju kota pariwisata baru yang layak anda jadikan pilihan untuk destinasi keluarga. (zh)

LEAVE A REPLY