Bangunan Unik Masjid Wertuer, Masjid Tertua di Papua

0
584
Foto: Ratih Haswidya Sukardi/youtube

Traveler,  di Papua ada masjid tertua lho! Namanya Masjid Wertuer, ada juga yang menyebutnya Masjid Tua Patimburak. Bentuknya unik! Dibangun sekitar tahun 1870.

Ini bukti penyebaran Agama Islam punya sejarah panjang di Bumi Cendrawasih. Ya, bisa dilihat di Masjid Wertuer, di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, di sebelah utara Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Sejarah Masjid Wertuer

Masjid Wertuer didirikan oleh seorang imam bernama Abuhari Kilian. Dia berasal dari Kesultanan Ternate dan mendapat tugas untuk menyebarkan Islam ke tanah Papua.

Meski usianya sudah menembus seratus tahun lebih, namun bangunan masjid ini masih dengan kokoh tetap berdiri.

Masjid kokoh dengan pesona alam luar biasa. (Foto: travel.detik.com)

Kata ‘Wertuer’ yang melekat menjadi nama masjid sendiri, dalam detikTravel, menurut bahasa lokal setempat memiliki arti ‘Yang Paling Tua’. Tak ada literatur yang menyebutkan makna pasti dari kata tersebut.

Ada pula sumber lain yang mengartikan ‘Wertuer’ sebagai muara air, merujuk pada lokasi masjid yang terletak di dekat muara sungai.

Masjid Wertuer penuh dengan filosofi. Bangunannya yang khas berbentuk segi enam melambangkan Rukun Iman, sebagai pondasi dalam beragama.

Alas kubahnya yang bersegi delapan melambangkan 8 arah mata angin. Dengan satu arah mata angin ditandai sebagai Mihrab, merujuk pada kiblat sebagai arah salat.

Sudut lain Masjid Wertuer dalam alam Papua yang menakjubkan. (Foto: Wally Ima/youtube)

Masjid Wertuer memiliki arsitektur Eropa. Kubah yang mirip dengan gereja-gereja di Eropa pada masa lampau. Atapnya berupa seng seperti rumah-rumah di Papua dan berwarna hijau, merah dan kuning.

Direnovasi tapi tetap asli

Renovasi telah beberapa kali dilakukan, tanpa mengubah bentuk asli masjid. Bahkan, bedug penanda salat yang usianya sama dengan usia masjid, juga masih ada.

Di tengah-tengah bangunan masjid terdapat empat tiang penyangga yang menyerupai struktur bangunan di Pulau Jawa.

Tiang-tiang kayu penyangga masjid ini, sampai sekarang masih asli, kokoh dan tidak terganti. Interior masjid ini pun hampir sama dengan masjid-masjid yang didirikan oleh para kiai dan ulama di Jawa.

Masjid Wertuer pun menjadi simbol dan monumen awal masuknya ajaran Islam ke daratan Papua yang disebarkan oleh ulama-ulama dari Kesultanan Ternate.

Berkunjung ke masjid ini seakan memasuki ‘Lorong Waktu’, dan jadi lokasi wisata sejarah dan sekaligus wisata religi di Tanah Papua.

LEAVE A REPLY