Bakmi Mbah Gito, Unik, Sedap, dan Jogja Banget

0
510
Suasana Warung Mbah Gito yang unik (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Warung Bakmi Mbah Gito yang terletak di Jalan Nyi Ageng Nis No. 9, Rejowinangun, Kotagede, Jogja merupakan warung bakmi Jawa yang didesain dengan cita rasa yang berbeda. Bangunannya memang unik, karena didesain dengan cita rasa Jogja, dengan aroma dan suasana gubug sawah dan kandang sapi, lengkap dengan perangkat agrarisnya. Anda akan merasakan seperti di resto yang unik dengan para pelayanan yang juga berdandan lurik kerakyatan Jawa.

Tentu, Warung Bakmi Mbah Gito tidak hanya menawarkan suasana uniknya saja, melainkan juga rasa bakmi khas Jawa yang enak dan lezat. Travel Today Indonesia menelisik dan mengunjungi Warung Bakmi Mbah Gito ini. Bakmi Mbah Gito menyajikan seperti umumnya bakmi Jawa dengan tawaran berbagai menu, dari nasi goreng, bakmi goreng, bakmi rebus hingga campur. Bahkan sekarang ada tawaran rica-rica dan soto.

Bakmi rebusnya yang enak dan gurih dengan telur bebek (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Unik dan terkenalnya Bakmi Mbah Gito menyebabkan warungnya ini selalu ramai dikunjungi, dan biasanya kebanyakan pengunjung dari luar kota. Biasanya, setiap weekend atau liburan akhir pekan pasti akan selalu ramai. Maka, Anda perlu memperhatikan jam-jam dimana Anda ingin berkunjung, khususnya ketika weekend dan liburan. Alangkah baiknya, jika Anda mengunjunginya masih di sore hari, karena biasanya di saat liburan semakin malam akan semakin ramai.

Bakmi Mbah Gito memang sudah cukup lama menjawarai selera bakmi Jogja, selain keunikan tempatnya, namun jenis rasa bakminya yang memang gurih sesuai dengan selera bakmi Jawa, apalagi bakmi rebusnya dengan taburan bawang goreng dan lombok pedas yang membuat aroma dan rasa yang lezat.

Pramusajinya yang berdandan lurik khas Jogja (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Awalnya perintisan usaha Bakmi Mbah Gito memang mengalami pasang surut. Pak Gito yang mempunyai nama asli Sugito ini, dulunya pernah merintis jualan bakmi di sekitar pasar Prawirotaman Jogja. Namun karena belum ditekuninya, maka lapak bakminya kurang berhasil.

Setelah lepas dari usaha jual hasil bumi, akhirnya Sugito merintis lagi warung bakminya, berdasarkan kemampuannya yang pernah ia miliki sebagai orang asli Karamojo Gunung Kidul. Semenejak tahun 2008, warungnya mulai bergeliat dan hasilnya sekarang semakin besar dengan suasananya yang unik dan instagramable ini.

LEAVE A REPLY