Arief Yahya Tokoh Berpengaruh 2017 Versi Sindo Weekly

0
157
Foto: Halal LifeStyle

Tak kan lari gunung dikejar! Kalau sudah menetapkan tujuan, tidak akan ada yang bisa menghalangi untuk sampai ke alamat akhir. Menpar Arief Yahya berpikir sebaliknya, berawal dari akhir! Tetapkan tujuan akhir dulu, baru disusun strategi menuju ke sana dengan waktu yang paling cepat.

Itulah point yang ditangkap media terhadap kinerja Kemenpar yang dia pimpin. Sebuah perhargaan disematkan kepada Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya atas kecerdikannya menahkodai Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di sepanjang tahun 2017.

Ini sekaligus menegaskan legitimasi, Menpar Arief dinobatkan sebagai Tokoh Berpengaruh 2017 versi Majalah Sindo Weekly, edisi 18-31 Desember 2017. Arief Yahya dinilai mampu menerbangkan branding Wonderful Indonesia lebih tinggi dari pesaingnya Malaysia dan Thailand.

Seperti dilansir Kemenpar, Jelang memasuki Tahun Anjing Tanah pada 2018, penghargaan Tokoh Paling Berpengaruh 2017 versi Majalah Sindo Weekly pun seolah menjadi penegas beragam capaian prestasi di sepanjang tahun ini.

Di bawah tangan dingin pria alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ini, pariwisata Indonesia pun berkibar hingga jadi tambang devisa nasional terbesar kedua setelah CPO atau melewati sumber uang migas yang berada di strip ke tiga.

“Secara pribadi, saya mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan. Penghargaan Sindo Weekly ini sebenarnya gambaran kesuksesan semua elemen yang ada di dalam pariwisata Indonesia. Mereka bekerja keras sepanjang tahun,” ujar Menpar Arief Yahya merendah.

Kompak membangun branding pariwisata Indonesia hingga sukses menembus mendunia, Kemenpar diganjar dua award dari United Nations World Tourism Organization (UNWATO) Video Competition 2017. Indonesia memenangkan kategori video pariwisata terbaik di kawasan Asia Timur dan Pasifik, selain award untuk kategori People Choice Award.

Di bulan yang sama, Kemenpar juga meraih award untuk kategori Destination of the Year 2017 untuk Asia Pasifik yang diberikan oleh tabloid TTG. “Prestasi pariwisata Indonesia tahun ini memang luar biasa. Kemenpar terus berharap lebih dari itu untuk masa mendatang, apalagi kami sudah menyiapkan berbagai inovasi,” tegasnya penuh optimisme.

Cerdas membaca peluang dan memilih formulasi ideal untuk kementerian yang dipimpinnya, wajar bila Arief menjadi satu dari 27 tokoh penting yang membawa perubahan bagi wajah Indonesia di sepanjang tahun ini.

Oleh Sindo Weekly, Arief dianggap cakap mengurai berbagai persoalan di sektor pariwisata hingga menjadi mesin devisa yang besar. Sindo Weekly pun menempatkan Arief dengan prestasi yang hebat.

Menghasilkan karya besar untuk negeri, Arief memang memiliki resep yang mampu diterjemahkan oleh ‘timnya’ di Kemenpar. Membagi kiat suksesnya membangun branding besar pariwisata Indonesia, Arief pun memiliki strategi dalam bentuk marketing, promosi, media, juga waktu promosi.

Terlepas dari itu, Menpar juga piawai dalam pengaturan finansial. Strategi pengalokasian hampir 50% aset Kemenpar yang dinvestasikan melalui industri digital akhirnya berbuah manis.

Arief mengingatkan kalau semua bisnis atau industri apapun tidak bisa mengelak dari benturan trend digital. Sebab, hampir sebagian besar masyarakat dunia saat ini identik dengan gadget dan tinggal klik. Melihat potensi ini, pemain digital besar seperti Google, Baidu, dan Tripadvisor dirangkulnya, selain tetap mengandalkan gaya lama melalui televisi, majalah, koran, radio, bahkan media daring. Dengan gempuran branding di semua lini wajar bila Indonesia pun masuk Top 20 Fastest Growing Tourism Industry in The World.

“Saya memang membuat framework yang sudah menjadi rumus di Kemenpar. Strategi promosi dengan BAS, Branding Advertising Selling. Strategi Marketing dengan DOT, matching antara Destinasi Originasi Timeline. Strategi Media dengan POSE, Paid Own Social Media dan Endorser,” ungkap Arief Yahya.

LEAVE A REPLY