Agung Saga, Aktor yang Tak Suka Laut dan Teman Jalan yang ****

0
20
Agung Saga (foto: lihat.co.id)

Agung Saga mengawali kariernya dari film D’Love di tahun 2010. Sejak itu kariernya terus naik dan membintangi banyak judul film layar lebar, sinetron maupun FTV seperti The Witness, film produksi tiga negara yang membuat dia terkenal di Filipina.

Saat ditemui di lokasi shooting Film Incredibel Love produksi Lingkar Film, Agung yang juga bertindak sebagai pimpinan produksi, menceritakan apa yang tidak dia suka saat traveling dan teman seperti apa yang dia inginkan untuk traveling bersamanya.

Kita simak lanjutan wawancara dengan Agung Saga berikut ini.

Suka pantai dan laut?

Saya suka ke pantai sesekali. Terutama pantai-pantai di Bali ya. Cuma saya enggak suka berjemur atau berenang di laut. Bukan karena enggak menikmatinya, tapi karena takut gosong. Hahaha.

Sebagai pekerja seni, saya selalu dituntut untuk tampil bagus di depan kamera. Sementara kulit saya kalau terkena sinar matahari di pantai atau di laut itu cepat sekali gosongnya. Perlu waktu beberapa bulan untuk kembali seperti semula. Jadi cukup mengganggu kerjaan juga. Maka dari itu saya kalau ke pantai selalu nyari tempat yang teduh. Hehehe.

Biasa kalau traveling dengan siapa saja?

Saya suka pergi bersama teman-teman. Malah jarang sekali pergi bareng keluarga. Waktu masih punya pacar ya sesekali sama pacar. Tapi sekarang lagi jomblo nih. Siapa tau ada pembaca TTI yang mau ngelamar hahaha. 

Kalau traveling sama teman tuh kan suka cocok-cocokan. Kadang bukannya fun malah jadi bete.

Nah, teman seperti apa yang Agung suka dan yang enggak suka jadi teman traveling? 

Benar tuh. Kadang kalau jalan sama teman yang enggak cocok malah bikin bad mood ya. Makanya kalau traveling sama teman, saya juga lihat-lihat temannya. Saya paling enggak suka sama teman yang ribet. Karena saya orangnya simpel banget. Mau kemana-mana ayo saja. Tapi kalau teman yang serba ribet gitu malah bikin liburan jadi terganggu.

Saya suka teman yang simpel, asyik, dan enggak bawel saat jalan bersama.

Terus kalau kita traveling kan seringkali banyak teman yang minta oleh-oleh atau nitip barang di daerah tujuan wisata kita. Gimana menurut Agung untuk teman-teman yang seperti itu?

Nah itu dia. Hahaha.

Karena saya orangnya simpel banget, kadang kalau kemana-mana bawa baju seadanya dan sesimpel mungkin. Dan saya juga bukan orang yang suka belanja. Kalau beli sesuatu saya suka mikir banget nih barang ada gunanya enggak ya? Makanya kalau menghadapi teman-teman yang suka nitip oleh-oleh atau pesan sesuatu itu, saya suka enggak baca pesannya. Matikan HP itu yang paling aman, jadi liburan enggak terganggu. Setelah pulang baru saya baca. Hahaha. 

Memang kalau pergi enggak upload-upload di sosial media?

Biasanya saya kalau mau traveling jarang sekali upload di sosial media pada saat itu juga. Saya tetap ambil foto dan video. Setelah itu saya benar-benar menikmati destinasi tujuan saya. Saya baru upload di sosial media setelah saya kembali ke rumah. Jadi pas teman ada yang komen minta oleh-oleh atau nitip sesuatu, kan tinggal bilang, “Telat Lo! Itu kemarin. Sekarang gua sudah di rumah.” Hahaha.

Nah boleh juga tuh trik dari Agung Saga buat ditiru biar liburan kita enggak terganggu. Kadang bukannya menikmati destinasi wisatanya, tapi malah jadi sibuk mikirin oleh-oleh buat keluarga dan teman sehingga waktu kita terbuang banyak di sana.

Atau siapkan satu hari khusus buat belanja dan cari oleh-oleh buat teman dan keluarga. Tapi ingat bagasi pesawat ada batasnya. Jangan sampai nanti malah kelebihan bawaan dan repot di bandara. (ZH)

LEAVE A REPLY