Ada Aroma Soto Betawi di Dinginnya Chicago, Kok Bisa?

0
548
Beginilah suasana demo masak soto betawi di Chicago Travel and Adventure Show. (foto: kemlu.go.id)

Aroma sedap soto betawi menguar di Donald E. Stephens Convention Center, Rosemont, Chicago, Amerika Serikat. Tentu saja, kalimat pembuka artikel ini terbaca cukup unik.

Tempat itu jadi lokasi pelaksanaan Chicago Travel and Adventure Show tanggal 10-11 Februari 2018 lalu. Ini merupakan salah satu pameran pariwisata terbesar di Amerika Serikat yang diselenggarakan setiap tahun di kota Chicago.

Siapa sih chef-nya?

Menurut laman resmi Kementerian Luar Negeri yang dikutip tim travel news Travel Today Indonesia, para pengunjung nampak penasaran. Mereka memadati stand Taste of Travel Theater yang ada di sana. Ternyata, Fepi Paramarti, diaspora Indonesia pemilik Restoran Padi House & Grill yang akan dibuka di Chicago dalam waktu dekat memamerkan keterampilannya memasak soto betawi.

Soto betawi. (foto: tripadvisor.com)

Kuah soto betawi yang gurih dengan paduan rempah dipadu dengan potongan daging telah membuat antrean panjang pengunjung untuk dapat mencicipi kelezatannya.

“Soto betawi sangat enak dinikmati pada musim dingin seperti sekarang ini,” jelas Fepi kepada para pengunjung. Asal tahu saja traveler, saat berlangsungnya acara suhu kota Chicago dan sekitarnya mencapai -16 C. Brrrr….

Paket wisata diminati

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago menjadi salah satu peserta pameran tadi, traveler. KJRI menawarkan berbagai paket wisata di tanah air dengan menyuguhkan berbagai kuliner Indonesia kepada para pengunjung, seperti soto betawi, nasi kuning rendang dan risoles.

Para pengunjung umumnya tertarik dengan paket wisata ke Bali, Kalimantan dengan eco tourism-nya dan Yogyakarta dengan kekayaan budayanya.

Selain antrean soto betawi, stand KJRI ramai dikunjungi oleh mereka yang ingin tahu paket-paket wisata yang ditawarkan oleh Trip Advisor Indonesia, Doyan Travel dari Pennsylvania, AS, Garuda Indonesia Airways perwakilan Midwest, serta hotel butik dan spa Wae Molas dari Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores NTT.

Tak ketinggalan pula suguhan pertunjukan tari topeng dan tari pendet di Global Beats Stage yang mendapat sambutan meriah pengunjung pameran. Tari Pendet sengaja dipilih agar masyarakat Amerika mengetahui bahwa Pulau Bali sudah aman untuk dikunjungi setelah sempat mengalami aktivitas vulkanik Gunung Agung pada beberapa bulan lalu.

LEAVE A REPLY