Ada Apa Dengan Suvenir, Tari Angguk dan Kulon Progo?

0
623
Tari Angguk khas Kulon Progo. (Foto: www.tradisikita.my.id)

Traveler, Tari Angguk itu merupakan kesenian rakyat Kulon Progo. Sering ditampilkan dan digemari wisatawan. Keunikannya keseluruhan penampilannya itu lho, bikin semua orang berdecak kagum. Lantas, ada hubungan apa antara suvenir dengan Tari Angguk dan Kulon Progo?

Wah, ternyata begini, Traveler. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, tengah mengembangkan cendera mata Penari Angguk menjadi suvenir khas Kulon Progo. Suvenir ini nanti bakal menjadi ikon baru yang bisa menarik wisatawan yang mampir ke Kulon Progo.

Pengajar produktif kriya kayu di SMK Negeri 1 Kecamatan Kokap, Sigit Dwi Laksono mengatakan, dalam Kompas Travel, Dinas Perdagangan Kulon Progo memfasilitasi pelatihan bagi calon perajin suvenir khas saat ini. Mereka berlatih membuat miniatur penari Angguk sebagai suvenir. Kayu menjadi bahan dasar suvenir dalam pelatihan ini.

Berawal Dari Kompetisi

Puluhan pemuda dari berbagai berbagai desa dan kecamatan di Kulon Progo, DI Yogyakarta sedang berlatih membuat suvenir. Miniatur penari Angguk merupakan suvenir awal yang akan diperkenalkan.(Foto: KOMPAS.com/DANI J)

Semua berawal dari kompetisi cendera mata yang digelar Pemkab pada tahun 2016. Miniatur menggemaskan berupa penari Angguk bikinan Sigit memenangkan kompetisi itu. Penari Angguk pun kemudian siap jadi ikon cendera mata Kulon Progo.

“Waktu itu saya membuat 4 bentuk suvenir dengan motif Penari Angguk semua. Dua di antaranya mendapat juara,” kata Sigit. Namun dalam perjalanan, cendera mata khas daerah belum berkembang pesat hingga sekarang.

Sigit mengaku sering bepergian sambil wisata di kabupaten ini, mulai dari pantai hingga waduk. Ia sulit menemukan barang maupun suvenir yang menonjolkan kekhasan destinasi dan Kulon Progo pada umumnya sebagai tuan rumah dari lokasi wisata itu.

Sudah jamak bahwa wisatawan suka berburu suvenir khas ketika mengunjungi sebuah obyek wisata. Saat ini, menurutnya, baru kerajinan batik dengan corak geblek renteng yang berkembang. Selebihnya berupa kuliner.

“Orang habis wisata ingin pulang sambil membawa suvenir khas. Belum ke Kulon Progo kalau belum membawa sesuatu yang khas,” kata Sigit.

Suatu saat nanti, tidak hanya miniatur patung tetapi juga bisa dalam bentuk lain, seperti gantungan kunci, dicetak di bahan fiber, kaos, dan bisa dikembangkan ke bahan yang bukan hanya dari kayu.

Kesenian Paten Kulon Progo

“Angguk sudah paten punya Kulon Progo. Angguk selalu disertakan di berbagai acara. Kita mengangkat Angguk sebagai sesuatu yang khas Kulon Progo,” kata Sigit yang juga menjadi instruktur pada pelatihan membuat cindera mata dari bahan kayu.

Tari Angguk merupakan kesenian rakyat Kulon Progo. Tari ini sering ditampilkan dalam berbagai perhelatan. Kesenian ini unik karena musik hingga kostum para penarinya yang tidak biasa.

Kostum Angguk menyerupai baju prajurit Belanda yang dihiasi benang-benang emas, pangkat pada bahu kanan kiri penari, slempang, kalung, dan topi pet warna hitam Penarinya semakin unik saja karena mengenakan kaos kaki panjang, bercelana pendek, dan kacamata hitam.

Penari Angguk dengan tampilan yang ‘aneh’ inilah yang kemudian dijadikan ciri khas bagi suvernir Kulon Progo nantinya.

LEAVE A REPLY