7 Tips Agar Traveling Bersama Teman Tetap Asyik

0
397
foto: thewildwayfarer.com

Ada pepatah yang bilang begini: jika ingin lebih tahu tentang watak teman anda, ajaklah traveling bersama. Pernyataan tersebut banyak benarnya.

Traveling bersama teman berhari-hari, jika tidak menemukan kecocokan, bukannya mendapatkan kesenangan malah liburan anda menjadi benar-benar horror. Begitulah istilah anak sekarang untuk kata sangat tidak menyenangkan.

Anda mungkin akan saling bertengkar, adu mulut, saling diam dan saling tidak peduli selama perjalanan tersebut. Malah ada yang memutuskan untuk kembali saja dan tidak meneruskan liburannya atau lanjut liburan dengan mengambil jalan masing-masing.

Banyak juga yang setelah liburan malah menjadi makin jauh dan tidak bertemu lagi. Tapi sebaliknya, jika anda bertemu teman yang cocok dan sehati, maka liburan anda menjadi sangat memuaskan.

Coba anda ingat-ingat lagi pengalaman traveling bersama teman. Pasti sebagian pembaca tersenyum mengingat kejadian yang dialami saat berlibur bersama. Iya kan?

Untuk itu, berdasarkan pengalaman pribadi. Travel Today Indonesia memberi tips-tips traveling bersama teman agar tetap asyik dan menjadi makin dekat ketika ketika kembali ke tanah air.

1. Kenali dulu teman berlibur anda baik-baik

Jika itu teman dekat tentu anda sudah mengenal baik kepribadiannya. Tapi sebelum memutuskan untuk pergi bersama, coba ingat-ingat lagi kebiasaan-kebiasaannya. Apa yang dia suka maupun yang dia tidak suka. Bukan hanya soal sifat aslinya, tapi juga soal tempat tidur, makanan, cara berpakaian, dan hal-hal lain yang kira-kira akan mengganggu anda dan menjadi masalah nantinya.

Contohnya, jika teman anda sukanya menginap di hotel bintang lima, restoran yang mewah dan tempat-tempat eklusif lainnya. Sementara anda tidak cukup mampu untuk mengimbanginya, lebih bagus jangan. Karena anda akan tersiksa selama liburan menghitung-hitung biaya pengeluaran dan terus berusaha menghindar. Itu akan membuat anda tidak nyaman. Begitu juga sebaliknya. Carilah jalan tengah yang membuat kedua belah pihak menjadi nyaman.

Contoh lain tentang kebiasaan hari-harinya. Jika dia tidurnya ngorok sedangkan anda tidak bisa tidur karena berisik. Atau anda suka hal-hal yang rapi sementara teman anda lempar baju sana sini sehingga kamar selalu berantakan. Maka itu akan selalu menimbulkan masalah dan membuat anda tidak nyaman.

Solusinya ambil dua kamar, sehingga masing-masing tidak terganggu karenanya.

2. Sebelum menentukan tujuan, atur waktu untuk ketemu dan buat schedule perjalanan secara bersama.

Sebaiknya sebelum memutuskan untuk berlibur bersama, aturlah waktu untuk bertemu.

Jika dia bukan teman dekat anda, tidak perlu ragu untuk terbuka. Ceritakan seperti apa diri anda. Semua hal yang anda suka dan tidak suka. Jangan ragu untuk memintanya melakukan hal yang sama.

Setelah bisa saling memahami dan berkompromi, tentukan tujuan secara bersama. Buatlah rencana perjalanan yang jelas. Tentukan tempat-tempat yang kalian sukai juga buat daftar hal-hal yang ingin dan tidak ingin kalian lakukan.

Atur jadwal perjalanan sebaik mungkin, bukan hanya kegiatan setiap hari, jika perlu jadwal jam demi jam.  Layaknya itinerary yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan travel. Tujuannya, untuk menjadi patokan dan mendisiplinkan semua teman yang berlibur bersama anda.

3. Bersikap bijaksana dan jangan memaksakan kehendak 

Berlibur bersama teman selama beberapa hari apalagi beberapa minggu menuntut anda untuk bersikap bijak. Baik dalam berpikir maupun bertindak. Anda harus memahami bahwa anda tidak berlibur sendiri. Jadi jangan memaksakan semua kebutuhan dan kemauan anda harus terpenuhi.

Tinggalkan kebiasaan-kebiasaan jelek anda yang tidak disukai oleh teman seperjalanan anda. Sebaiknya menerima dan berlapang dada serta mencoba menggabungkan kemauan anda dan teman anda menjadi hal yang sama-sama menyenangkan.

4. Jangan memonopoli pembicaraan dan jadilah pendengar yang baik

Jika anda orang yang termasuk cerewet dan suka bercerita, sebaiknya jangan memonopoli pembicaraan. Sesekali jadilah pendengar yang baik. Sadarilah, teman anda juga butuh didengar ceritanya.

Karena banyaknya waktu yang akan kalian lalui bersama, maka akan banyak cerita yang terungkap yang selama ini anda tidak pernah tahu.

Jika anda memonopoli pembicaraan, teman anda akan merasa bosan. Jangan kaget jika lama-lama akan bersikap acuh terhadap apa yang anda ceritakan.

5. Bersikap sedikit cuek dan sesekali berpisah jalan membuat kalian semakin dekat

Anda tidak harus dituntut untuk selalu berada bersama teman anda. Jika waktu anda tidak banyak dan anda bersama teman memiliki kemauan dan tujuan yang berbeda, jangan dijadikan masalah.

Sesekali berpisah jalan menemukan tempat-tempat yang anda suka tanpa terganggu oleh teman seperjalanan anda yang berbeda selera dan menunggu anda dengan gelisah. Itu akan sangat menyenangkan.

Liburan bersama bukan berarti setiap saat harus bersama, bukan?

Ketika selesai dan bertemu kembali di hotel, anda akan saling bercerita dan berbagi pengalaman.

Percayalah, walau hanya terpisah beberapa saat, anda akan merasa kehilangan dan itu membuat kalian semakin dekat.

6. Sabar dan terbukalah, jangan memendam masalah

Anda bisa saja menghadapi situasi ini. Anda sudah siap sementara teman anda belum mandi dan mandinya lama atau anda telah selesai sementara teman anda masih sibuk berfoto selfie. Atau Anda ingin meneruskan perjalanan sementara teman anda sudah kelelahan. Bersabarlah. Beri teman anda waktu.

Sambil menunggu anda bisa menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal lain yang bermanfaat. Cari tahu tujuan anda selanjutnya. Lihat-lihat toko suvenir, melanjutkan foto-foto anda, atau sekadar menyandarkan tubuh anda sampai teman anda siap.

Kemudian jika ada masalah bersikaplah secara terbuka. Jangan dipendam atau malah diam. Karena setiap saat itu bisa meledak dan merusak semuanya.

Sebaiknya ajak teman anda ngeteh atau ngopi. Ceritakan masalah yang terjadi untuk mencari solusi yang terbaik. Tidak perlu emosi, karena emosi anda akan mempengaruhi cara berpikir anda. Ingat anda tidak sedang berada di rumah. Jika terjadi sesuatu terhadap diri anda, teman andalah yang pertama akan membantu.

7. Perjalanan anda adalah kisah anda, jadi nikmatilah

Perjalanan liburan yang anda lakukan adalah kisah anda meskipun dilakukan bersama teman. Akan ada banyak kejadian yang akan anda lalui dan tidak dilalui oleh teman anda.

Anda bisa menceritakan semua perjalanan anda dan menjadikan teman anda sebagai pemeran pendukungnya. Cerita anda adalah milik anda sendiri. Jadi sayang sekali jika anda membuang waktu untuk tidak menikmatinya.

Jadi kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun berusahalah untuk menikmatinya dengan cara anda sendiri. Anda yang paling tahu diri anda dan apa yang anda inginkan.

Setel otak anda untuk berlibur dan bersenang-senang. Jangan biarkan orang lain mengganggu atau mengubahnya. Percayalah, anda akan bisa menikmati semua perjalanan anda jika anda tahu cara menikmatinya. (ZH)

LEAVE A REPLY