7 Spot yang Melegenda di Pasar Malam Sekaten

0
320
Semnaraknya Pasar Malam Sekaten Jogja (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Setiap tahun, hampir satu bulan sebelum Grebeg Muludan, Alun-alun Jogja selalu dimeriahkan dengan arena Pasar Malam Sekaten. Kemeriahannya, biasanya diramaikan dengan berbagai macam arena pemainan, makanan, dan dagangan yang tersaji begitu rupa.

Tahukah traveler, selalu ada spot yang telah melegenda selama puluhan tahun di arena Pasar Malam Sekaten itu? Traveltoday mengulasnya sebagai berikut:

  1. Tong Setan
Arena Tong Setan di Pasar Malam Sekaten (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Arena ketangkasan uji nyali Tong Setan selalu ada sebagai spot yang menarik selama puluhan tahun di arena Pasar Malam Sekaten. Arena ketangkasan ekstrim yang juga disebut dengan Roda Gila ini telah mendarah daging sebagai sajian wajib setiap pasar malam.

Anda diajak untuk menyaksikan sajian atraksi sepeda motor yang berputar cepat mengeliling tong berdiameter 5-7 meter. Entah bagaimana dahulu sejarahnya, namun konon sajian Tong Setan ini sudah ada sejak Pasar Gambir di zaman Belanda. Bahkan, National Geographic Traveler edisi Juni 2012 pernah membahas khusus kemanarikan para penunggangnya.

2. Dermolen

Bianglala yang memberikan nuansa semarak di Pasar Malam Sekaten (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Bagi masyarakat Jogja, dermolen adalah nama lain dari bianglala atau kincir ria, atau juga untuk menyebut komidi putar yang sudah tak asing bagi sajian berbagai pasar malam di dunia. Namun, sepertinya kata dermolen itu berasal dari Bahasa Belanda yaitu draiimolen yang artinya permainan kuda yang memutar, atau orang menyebutnya komidi putar yang sudah dikenal sejak zaman kolonial.

Tentu, di arena Pasar Malam Sekaten, Anda tidak akan menemui seperti Ferris Wheel indah atau carousel layaknya di Dufan, namun kincir ria dan komidi putar yang sederhana yang kadang masih diputar dengan cara tradisional pula. Namun, itu spot unik dan menarik yang pantas Anda coba.

3. Dolanan Kapal Otok-Otok

Dagangan Kapal Otok-otok yang unik di Pasar Malam Sekaten (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Dagangan mainan tradisional yang digelar di arena Pasar Malam Sekaten juga merupakan spot menarik yang telah melegenda. Salah satunya adalah mainan atau dolanan kapal otok-otok. Mainan ini tentu mempunyai sisi edukasinya, ketika Anda diajak memahami hukum gerak dan energi dalam fisika secara sederhana.

Memang sekarang jarang bisa Anda jumpai mainan kapal otok-otok ini di toko-toko besar modern. Apalagi dalam era digital yang telah membuang mainan sejenis ini.

4. Wedang Ronde

Wedang Ronde  (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Menikmati wedang ronde di arena Pasar Malam Sekaten menjadi spot menarik yang hendaknya Anda alami. Sambil menghangatkan badan, Anda dapat menikmati keramaian dan enaknya wedang ronde ini.

Wedang ronde memang sudah lama menjadi spot menarik di setiap sudut pagelaran Pasar Malam Sekaten. Biasanya, mereka yang berjualan adalah para pedagang di sisi timur alun-alun yang biasanya mangkal.

5. Cakwe dan Bolang Baling

Sajian cakwe dan bolang baling populer (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Cakwe dan bolang baling Cap Populer dengan sajian meja panjangnya, selalu menjadi spot yang melegenda di setiap pagelaran Pasar Malam Sekaten. Cakwe yang konon dikenal sebagai makanan asal Tiongkok, selalu meramaikan perhelatan Sekaten ini.

Kadang di sajian kedai cakwe dan bolang baling ini disematkan keterangan tulisan asli dari Semarang. Hal itu, sepertinya untuk mengundang pengunjung agar lebih tertarik karena makanan ini memang dikenal sebagai makanan asimilasi orang Tionghoa di Semarang.

6. Godogan Kacang Tanah dan Kedelai

Gerobak godokan kacang dan kedelai (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Spot yang tak kalah menarik di Pasar Malam Sekaten adalah godogan atau rebusan kacang tanah dan kedelai yang disajikan menggunakan gerobak sederhana. Biasanya yang menjual adalah ibu-ibu yang sudah tua dengan senyum dan sapaan yang ramah khas Jogja.

Spot godogan kacang tanah dan kedelai ini menjadi melegenda, ketika asap dari hangatnya kacang tanah dan kedelai akan membuat Anda senantiasa terkenang. Apalagi, gerobak godogan seperti ini jarang bisa Anda jumpai.

7. Suasana Malam yang Semarak

Semarak malam Sekaten (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Tentu, namanya juga Pasar Malam Sekaten, maka selalu dimulai sore hari pukul 17.00 hingga tengah malam jam 23.00. Semaraknya Pasar Malam Sekaten, memang sudah menjadi tradisi yang turun temurun, apalagi konon konsep pasar malam sudah dimulai sejak Dinasti Tang dan Song di Tiongkok pada tahun 900-an.

Kesemarakan ini memang menjadi pesta rakyat untuk mempersiapkan pesta Grebeg Muludan yang mengajak masyarakat semakin mendekatkan diri pada Syahadatain. Sehingga, spot Pasar Malam Sekaten yang telah menjadi tradisi pesat rakyat memang bertujuan untuk mengusung nilai nguri-nguri atau memelihara nilai budaya.

LEAVE A REPLY