7 Makanan Khas Indonesia Dengan Bumbu Kacang

0
39
Foto: http://recipevariant.blogspot.co.id/

Traveler, begitu banyak makanan khas Indonesia yang dicampur dengan bumbu kacang yang dihaluskan. Rasanya sangat spesial dan banyak diminati pecinta kuliner.

Sejak diperkenalkan dari Meksiko oleh pedagang Portugis dan Spanyol pada abad ke-16, bumbu kacang Menempati posisi istimewa di seni masakan Indonesia.

Tentu di daerah asal Traveler, juga terdapat makanan berbumbu kacang bukan? Kini, Travel Today menghimpun 7 makanan khas Indonesia dengan campuran bumbu kacang tersebut:

1. Sega Lengko, Cirebon

Foto: backpackerjakarta.com

Sega lengko (nasi lengko dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat pantai utara (Cirebon, Indramayu, Brebes, Tegal dan sekitarnya). Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan serat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100% non-hewani.

2. Tahu Tek, Surabaya

Foto: img.qraved.co

Dinamakan tahu tek karena gunting yang digunakan untuk memotong bahan masakan (tahu, lontong, kentang, dan telur) dibunyikan terus seakan memotong, walaupun bahan makanan telah habis dipotong, sehingga seperti berbunyi tek..tek..tek.

Bumbu kacangnya dicampur sedikit petis sehingga sensasi rasanya sedikit berbeda. Tahu tek merupakan makanan yang ditawarkan keliling karena belum pernah ada warung yang menyediakan makanan tahu tek ini.

3. Tahu Gimbal, Semarang

Foto: cdns.klimg.com

Jika bertandang ke semarang, pastikan Anda mencicipi salah satu masakan khas berbumbu kacang ini. Lontong, kol, potongan tahu, telur ceplok, gimbal urang. Gimbal urang ini adalah udang yang digoreng seperti peyek namun tidak terlalu kering. Nah, bumbu kacangnya dicampur sedikit petis udang dan agak encer. Rasanya segar dan nikmat.

4. Lotek, Yogyakarta

Foto: jogjaempatroda.com

Menurut wikipedia sih lotek ini dari Jawa Barat. Namun, lotek Yogyakarta tak kalah enak dan populer. Bumbunya hampir seperti bumbu gado-gado dengan sayuran matangnya. Bisa jadi, Lotek adalah pecel-nya semarang. Waduh, semuanya mirip-mirip sih. Namun Lotek rasanya lebih manis dibanding gado-gado maupun pecel.

5. Gado-Gado, Betawi

Foto: cdn2.id.orstatic.com

Gado-gado sebetulnya tak hanya di Betawi. Semarang dan Yogya juga memiliki gado-gado yang khas. Bedanya, di Semarang, gado-gado diberi daun selada dan tomat mentah. Entah mengapa, gado-gado Betawi lebih digandrungi pecinta kuliner. Bumbu kacangnya sulit dilupakan rasanya. Orang betawi asli menggunakan sayuran apa saja yang bisa dijadikan pelengkap. Irisan nangka rebus, jipang atau labu siyam juga terkadang ditambahkan di sana. Di atas siraman bumbu, emping dan kerupuk warna-warni jadi pelengkapnya.

6. Lapat Sambal Kacang, Kalimantan

Foto: img-global.cpcdn.com

Dapat diaktegorikan dalam makanan berat karena lapat merupakan campuran beras, santan, dan daun pandan yang dibungkus daun pisang. Mirip ketupat atau lontong memang. Disajikan bersama siraman bumbu kacang.

7. Sate Padang, Sumatera Barat

Foto: www.goodindonesianfood.com

Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.

Sate Padang Panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate Pariaman kuahnya berwarna merah. Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate di atas.

LEAVE A REPLY