10 Pengetahuan Penting Tentang Kemisteriusan Situs Gunung Padang

0
833
Foto: www.opinikoe.id

Ya, ini bagi Traveler yang berencana untuk berwisata sejarah. Daripada Anda ke sana sambil meraba-raba dengan rasa keingintahuan, lebih baik Anda paham, saat berada pada suasana alam yang begitu magis pada kemisteriusan Situs Gunung Padang.

Yang jelas, Situs Gunug Padang ini amat mengundang keingintahuan para ilmuwan dan tertantang untuk melakukan berbagai penelitian, bahkan rela membayar mahal untuk mendapatkan berbagai penemuan baru mengenai Situs Gunung Padang ini.

Nah, Travel Today merangkum 10 pengetahuan penting berikut ini yang akan memandu Anda untuk memahami aura sejarah Situs Gunung Padang ketika Anda sampai di sana. Yuk, simak:

1. Peneliti meyakini tempat pemujaan dan bermusik pada zaman megalitik

Situs Gunung Padang diperkirakan berfungsi sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sana pada sekitar 2 ribu tahun SM. Berdasarkan hasil penelitian Rolan Mauludy dan Hokky Situngkir, menunjukkan adanya kemungkinan terlibatnya musik dalam batu balok yang tersebar di sana pada periode peninggalan megalitikum.

2. Keberadaannya diakui tahun 1914, Rapporten van de Oudheidkundige

Foto: phinemo.com

Dalam perjalanan sejarah gunung padang, menurut Phinemo, Rapporten van de Oudheidkundige (ROD-Buletin Dinas Kepurbakalaan) menuliskan mengenai keberadaan situs ini pada tahun 1914. Setelah itu, sejarawan asal Belanda juga menyinggung situs bersejarah ini di tahun 1949. Hingga akhirnya pada tahun 1979 diadakan penelitian sebagai tindak lanjut situs ini.

3. Usia bangunan di bawah permukaan situs Gunung Padang terbukti secara ilmiah lebih tua dari Piramida Giza Mesir

Piramida Giza di Mesir yang merupakan satu dari 7 keajaiban dunia ini selama ini di anggap sebagai bangunan piramida tertua di dunia. Sering juga di sebutkan sebagai pusat peradaban tertua di dunia. Namun nyatanya bangunan ini hanya berusia 2560 SM. Ini kalah jauh jika dibanding dengan hasil penelitian di Gunung Padang yang menunjukkan hasil lebih tua dari 25.000 SM.

4. Keberadaan Gunung Padang masih menjadi kontroversi

Penemuan-penemuan para arkeolog yang meneliti situs gunung padang, membuat semua penemuan ini merujuk pada semua masa, baik peradaban di Machu Picchu, hingga beberapa adat di Indonesia. Sedangkan penduduk menganggap bahwa situs ini merupakan peninggalan Prabu Siliwangi.

5. Arsitektur Gunung Padang memiliki kemampuan teknologi yang maju

Foto: phinemo.com

Setelah membuka lahan semak pada sisi tenggara teras 5 ke bawah, ternyata terdapat 20 tingkat terasering punden berundak yang menunjukkan budaya gotong royong dengan teknologi maju pada masa itu.

Letaknya di tengah bukit-bukit, juga adanya aliran sungai di bawah situs ini menandakan kemajuan teknologi pada masa itu.

6. Susunan batu-batu di Gunung Padang dibangun di masa yang berbeda

Susunan batu yang mengundang kemisteriusan. (foto: gelut.com)

Tim Terpadu Riset Mandiri yang di bentuk pada tahun 2012 masih melakukan pemboran untuk membuktikan keberadaan struktur bangunan dan ruang-ruang di bawah kedalaman 4-5 meter.

Selain itu, perkiraan umur situs ini juga masih diteliti dengan memeriksa sampel-sampel. Para arkeolok menganggap jika situs ini tidak dibangun dalam satu masa, tetapi melibatkan beberapa kebudayaan.

7. Memiliki luas 10 kali luas dan tinggi 3 kali tinggi Candi Borobudur

Foto: phinemo.com

Menurut Wisatalova, berdasarkan temuan-temuan yang telah mereka peroleh diduga kuat bahwa di bawah permukaan seluas 900 meter persegi ini terdapat bangunan terpendam yang ukurannya jauh lebih besar.

Dr. Ali Akbar seorang peneliti prasejarah dari UI yang juga merupakan ketua tim riset TTRM juga mengatakan jika di lakukan penggalian di Situs Gunung Padang ini besar kemungkinan akan di temukan bangunan yang besarnya mencapai 3 kali lipat dari Candi Borobudur.

8. Batu-batu kolom Situs Gunung Padang direkatkan dengan semen purba

Foto: rmol.co

Salah satu bukti bahwa Situs Gunung Padang ini di bangun dengan teknologi yang sudah sangat tinggi adalah temuan semen purba yang di gunakan sebagai perekat dan isian batu.

Semen purba ini merupakan campuran dari tanah liat, besi, dan silika. Dari hasil temuan menunjukkan bahwa semen yang di gunakan untuk merekatkan batu-batuan di situs mengandung kadar besi hingga 45%. Padahal temuan-temuan semen purba sebelumnya biasanya hanya mengandung semen dengan kadar berkisar 3-4%.

Atas dasar inilah sebagian peneliti menduga bahwa peradaban pada masa itu sudah sangat maju, mereka sudah mengetahui unsur besi yang dapat di gunakan untuk merekatkan batu.

Selain itu juga mereka sudah mengenal teknologi yang canggih di masanya karena sudah bisa melakukan pencampuran besi dengan bahan lainnya.

9. Situs peninggalan peradaban manusia tertua di bumi 

Dari hasil berbagai riset terkini yang telah di lakukan baik oleh peneliti dalam Negeri di bawah TTRM (Tim Terpadu Riset Mandiri) maupun peneliti dari luar negeri, di temukan fakta-fakta yang membuktikan bahwa Situs Gunung Padang memiliki usia yang sudah sangat tua. Bahkan ada kemungkinan akan menjadi peninggalan peradaban yang tertua di bumi. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi yaitu adanya temuan pada kedalaman lapisan 5-12 meter yang di perkirakan berusia lebih tua dari 25.000 Tahun SM.

10. Sudah lama para penduduk mengeramatkan Gunung Padang sebagai tempat Prabu Siliwangi membangun istana dalam semalam

Lokasi keberadaan gunung padang ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat. Penduduk setempat menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda yang berusaha membangun istana dalam semalam namun tidak dapat terealisasi.

LEAVE A REPLY